Cinta yang Kadaluarsa
“Aku masih muda, dan yang terpenting, aku mencintaimu! Aku pertaruhkan segalanya untuk mencintaimu selama sepuluh tahun. Di mataku, di hatiku, hanya ada kau. Aku jauh lebih ‘bersih’ darinya.”
‘Bersih?’
Aku mendorongnya dengan kasar, tapi entah kenapa, mataku terasa perih.
Sudah lama aku tidak tidur nyenyak. Begitu mataku terpejam, hanya bayangan Diana yang muncul.
Kupikir, setelah membalasnya, aku bakal merasa puas. Tapi tidak… yang ada hanya rasa sakit yang begitu dalam, hingga sesak napas.