Pendekar Salah Zaman
SleepyFacecerpen badai yang redagambar sendirian di malam harilirik menangis dijalan pulang
Wira mengangguk tanpa banyak bicara, Mira berbalik keluar kamar, diikuti Rangga, Agung, Putra, dan Wira.
Di dalam, asap masih mengepul dan Varo tetap terbaring tanpa jiwa.
Di lorong, mereka berhenti.
Suasana lebih sepi dibandingkan di dalam kamar tadi, tapi justru terasa lebih berat.
Putra langsung menoleh ke Wira.
“Bang… maksudnya jiwa hilang itu gimana? Gila gitu?”
Wira menggeleng pelan.
“Manusia memiliki tiga bagian,” katanya tenang. “Tubuh, yang mengatur fisik. Roh, yang menjaga kehidupan. Dan jiwa, yang mengatur kesadaran.”
Hot Chapters