Bukan Pembantu Gratisan
Setelah lama kami terdiam dalam pikiran masing-masing, aku memecah keheningan yang bisa membuatku canggung.
"Bu ... maaf, saya jadi merepotkan Ibu," ucapku kembali dengan wajah sungkan
"Tidak apa-apa, Yati, Ibu kasihan sama kamu, bukankah kita sebagai umat manusia harus saling tolong menolong. Sungguh, malang sekali nasibmu, Nak,” ucap Bu Sarti lembut.
Air mataku jatuh tanpa permisi. Luapan emosi kesedihan meluap sudah. Begitu banyak kepedihan yang aku alami selama ini. Bertahan tetap dalam keadaan waras saja itu sudah cukup.
Capítulos Populares