Gadis Lugu Penakluk Bos Galak
Sekuat tenaga, lelaki paruh baya itu menggerakkan tangan kanan memanggil putrinya.
Langkah pelan dengan genangan air menghiasi kelopak indera Kiran. Sekuat apa menolak rasa rindu kepada lelaki sepuh itu, hatinya tetap ingin memeluk. Mendengar rintihan namanya saja, getar kerinduan itu membesar. Ingin memeluk, tetapi takut. Bayangan kemarahan dan kata-kata kasar Agus membekas kuat pada ingatan Kiran.
Satu langkah lagi akan mencapai tubuh lemah yang tengah terbaring, Kiran mundur dan berpaling. "Adik nggak bisa, Mas," ucapnya meminta dukungan Agung.