Perangkap Cinta Sang Intelijen
Neo mendahului Tara sebelum perempuan itu membuka mulutnya.
“Kau … Kau memang pantas dibunuh, kau sombong, angkuh, hatimu beku dan menyebalkan!” seru Tara berapi-api. Neo mendengkus kesal dan berbalik memunggungi Tara, dia sudah lelah dan ingin tidur saja dengan nyenyak di sisa malam ini. Tara merutuk dalam hati, sikap angkuh dan lidah tajam Neo semakin membuat perempuan itu mengobarkan kebenciannya kepada Neo. Sebuah guling dan bantal kepala diletakkan Tara di tengah-tengah ranjang, dia membuat batasan agar mereka tidak perlu saling bersentuhan. Tara merasa jika dia sedang seranjang dengan musuh, tidak ada keromantisan malam pertama, tidak kemesraan atau tatapan tersipu malu. Bagi mereka in
Hot Chapters