Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tarian Persembahan Sang Ratu

Tarian Persembahan Sang Ratu

Di sana Arunika sedang menimang bayinya ditemani oleh Puspa saja. “Bekas ratuku. Kau pasti sangat kelelahan, bukan? Mari kutimang bayimu sebentar.” Atma Prabangkara langsung merampas bayi perempuan itu dari tangan Arunika. “Sudah kuduga dia cantik seperti ibunya, bahkan bisa lebih cantik, lihatlah matanya berwarna kebiruan. Aku langsung jatuh hati padanya.” Atma Prabangkara mencium putri Arunika berkali-kali.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai arti mommy
Baca
+Pustaka
Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi

Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi

Dan di detik itu juga, seorang perempuan muda muncul di depan pintu dapur belakang. “Shinta!” Amah berseru senang, memeluk putri kesayangannya itu. Lalu wanita setengah baya itu menarik lengan anaknya ke depan Ardi. “Ini lho, yang Mama bilang waktu itu. Namanya Ardi. Ganteng kan?” Shinta nampak tersenyum malu sambil menjulurkan tangannya. Saat mereka berjabat tangan, lagi-lagi Amah berujar, “Bagaimana, Mas? Cantik aslinya kan?”
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai arti mommy
Baca
+Pustaka
180 Hari Menuju Akad

180 Hari Menuju Akad

Mama Anita mengambil ponsel yang ada di tasnya, memencet nomor calon menantu kesayangannya itu dengan penuh semangat. [Assalamualaikum, Nak Fahri] Sapaan sopan dan sangat lembut yang mama Anita lontarkan telah membuktikan kalau mama sangat menyukai calon menantunya, sikap yang sangat berbeda jauh ketika nama Arya disebut, wajah mama akan berubah masam dengan emosi yang terlihat sangat memuncak.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai arti mommy
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Putra Erland nampak menggemaskan di pangkuan Arumi. Awalnya aku tak mengenali, sedikit bingung melihat bayi selain Saloom Almeera begitu menggerakkan hati Arumi. "Aih gemasss, siapa namamu baby boy?" kutowel pipi bayi yang bergerak kecil menendang udara. "Atthaya Ghaazi Satrio, mamanya sedang pompa ASI. He, mama Arumi kuat juga mangku kamu toh?" mamanya Fakih yang menjawab.
1012.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 388 kali sebagai arti mommy
Baca
+Pustaka
Suamiku Direbut Kakak Tiriku

Suamiku Direbut Kakak Tiriku

Danny tergelak setelahnya. *** Arzi melangkah masuk ke ruang kerja putrinya. Ia memang sudah sangat merindukan wanita itu sebab sudah hampir seminggu tidak bertemu. Kali ini, ia membawakan cemilan untuk Ai. Dua kotak kecil yang bertuliskan kata-kata manis penyemangat. "Jangan sampai lupa untuk mengisi perut." Ai tertawa kecil ketika membaca tulisan itu sekarang. "Ayah, tumben so sweet begini?"
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai arti mommy
Baca
+Pustaka
TERJERAT CINTA BOS DUDA

TERJERAT CINTA BOS DUDA

Mama tertawa lalu memilah barang-barang yang ada di meja. "Arya sama Arman mana, Ma?" "Keluar, tadi temennya Arman ke sini. Katanya mereka mau main ke taman Sekartaji," jawab mama. "Oh, ini tadi Arya ngirim pesan tapi aku nggak tau. Kita balik sekarang buat ambil yang tadi?" tanya pak Yogi. "Mau ke mana lagi?" tanya mama. "Ambil barang yang ketinggalan, Ma. Kami keluar bentar ya," pamitku.
1018.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 549 kali sebagai arti mommy
Baca
+Pustaka
CEO ITU AYAH ANAKKU

CEO ITU AYAH ANAKKU

Mataku, bibir juga rambutku mirip Papa Rey, tapi senyum dan kulitku mirip almarhumah ibuku, Erlita. Tapi aku di besarkan oleh wanita yang aku panggil Mama Lina. Sejak kecil aku sudah tahu, kalau aku dilahirkan dari rahim yang penuh cerita sedih dan luka, tapi aku dibesarkan oleh cinta yang tak terbatas. Bima kakakku sekarang sudah kuliah di luar negeri, dia sangat tampan. Lukisannya pernah dipamerkan di galeri internasional. Dia kakak yang sangat baik, dia pernah berkata,” Kamu adalah hadiah terindah dari masa lalu kami.”
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai arti mommy
Baca
+Pustaka
MENANTU PILIHAN MAMA

MENANTU PILIHAN MAMA

tanya Melody “Sudah.” Melody mengangguk. Ia menarik tangan Ibunya keluar dari kamar untuk segera menemui Ardana. Ia tidak suka melihat kesedihan kedua orang tuanya. Melody tersenyum manis melihat Ayahnya yang sudah siap, mereka tinggal berangkat untuk menemui Keluarga Abi putra. “Waw, cantik sekali putri Papa!” kata Ardan Melody terkekeh geli mendengar pujian Ayahnya. Apapun penampilannya Ardana selalu memujinya dengan kalimat yang membuatnya merasa bahagia. “Terima kasih, Pa.”
816 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai arti mommy
Baca
+Pustaka
Sebatas Pernikahan Bisnis

Sebatas Pernikahan Bisnis

Arjuna mengikis jarak hingga tiba di hadapan Maryam yang masih menampakkan wajah berserinya. “Ibu sedang menikmati udara pagi,” “Oh … Ibu mau jalan-jalan ke taman?” “Bolehkah?” “Tentu.” Arjuna mengulurkan tangan sambil tersenyum ramah. Tak lama, tangan itu disambut oleh Maryam dengan hangat. Derap langkah kaki berjalan berdampingan. Arjuna merasa begitu nyaman bersama sosok Maryam. Tutur bahasa dan kelembutannya, membuat Maryam menjadi sosok ibu yang begitu penyayang. Dan Arjuna jelas iri dengan Ammar, putra kandungnya.
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 679 kali sebagai arti mommy
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status