Menggoda Sang Paman
Nabila baru sadar, kalau tangannya dari tadi di gandeng Govan, Nabila langsung menarik tangannya.
Govan menghela napas dalam hati, mencoba tidak terlalu reaktif. Ia melirik ke arah Nabila yang menunduk sedikit, wajahnya memerah, entah karena malu atau perasaan lain yang tak ingin ia akui.
“Kita nggak ganggu, kan?” tanya Arif
“Nggak kok. Ayo duduk,” jawab Govan sambil menarik kursi untuk Arif dan istrinya.