KETIKA ART-KU DIPANGGIL MAMA OLEH ANAKKU
Bu Sartini menarik napasnya dalam-dalam.
Ia kembali ke dalam mendapati Megan sedang memasak sembari menggendong Arman.
"Sini, biar aku yang bawa," ujar Bu Sartini meraih bayi laki-laki itu.
"Terimakasih, Nyai. Ayo, Nak, ke Mbah Putri dulu, ya. Mama masak sebentar."
Wajah Megan tampak tenang, teduh seperti tidak memiliki beban. Bu Sartini memperhatikan setiap gerak geriknya yang tak terlihat sama sekali kesedihan padahal ayah putranya sedang dipenjara.