Not Only as Soulmates, but as Life Partners, But...
Ini, Nak Saya kembalikan, ya,'' Paman pemilik kedai menyerahkan kembali uang kelebihan dari Arthur, namun Arthur menahannya.
''Paman, tidak apa-apa. Saya ikhlas. Buat Paman saja, ya. Maaf Paman kalau Saya tidak sengaja menyinggung Paman, tapi Saya beneran ikhlas, Paman. Mohon doanya Paman, semoga Saya dan istri Saya juga calon anak Saya kelak bisa ke pantai ini lagi. Bertemu Paman, he … he … Nama Paman siapa?'' Arthur dengan gaya khasnya menyalami tangan Paman pemilik kedai dengan tenang.
''Aamiin, semoga, ya. Nama Paman Alexander Bowie, panggil saja Bowie, tidak usah pakai embel-embel ‘’Paman’’, ya, he … he … ''
Hot Chapters