Penyamaran CEO Tanaka
Ia memandangi ruang kecil itu — papan tulis di dinding yang penuh catatan proyek, foto tim yang tergantung di sudut, dan secangkir kopi sisa semalam yang sudah dingin.
Ia mengambil ID card-nya dari dada, menatap nama “Ardi Santoso” yang tertera di sana, lalu tersenyum getir.
Nama itu sudah menemaninya bukan sekadar sebagai identitas, tapi sebagai jalan untuk menemukan dirinya yang sesungguhnya.
“Selamat tinggal, Ardi,” gumamnya pelan. “Kau mungkin hanya samaran, tapi di balik nama itu aku menemukan jati diriku sendiri.”