Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cintaku yang Terbaik

Cintaku yang Terbaik

Tetapi begitu masuk ke dalam, rupanya masih luas ke belakang. Memasuki gerbang utama, mereka disambut oleh para security berpakaian lengkap dengan senjata di pinggang masing-masing, dilanjutkan double way panjang untuk masuk dan keluar yang dipisah dengan pepohonan palm. Lampu-lampu berkilau di sepanjang jalan menjadi salah satu sumber penerangan. Amanda penasaran pemandangan tempat ini ketika siang hari. Di kiri kanan jalan hanya tampak kegelapan dan kelap-kelip lampu perkotaan di kejauhan.
4.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
Mati Kembar

Mati Kembar

Kulirik dari celah jendela rupanya gerimis mulai menitik dan membasahi setiap dinding di luar serta kaca yang bening menjadi berembun karena tetesan air langit itu. Ternyata begitu cepat malam menyapa kami. Benar saja terlihat si kembar memeluk kedua lenganku erat. Sementara aku masih terduduk di sofa di tengah-tengah ruangan. Astaga! aku melihatnya lagi, sosok yang sama pada waktu yang mungkin sudah tak terhitung lagi. Bisa jadi aku sudah sangat teramat biasa dengan pemandangan buruk ini. Tapi kali ini bukan itu yang ingin kubahas melainkan kan ada keanehan yang tidak biasa tergambar dari pemilik mata sendu itu.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
Pendekar Kitab Iblis

Pendekar Kitab Iblis

Rintangan 3: Ruang Refleksi Setelah melewati jembatan angin, Shian Long memasuki sebuah ruang besar yang dipenuhi dengan cermin-cermin raksasa. Cermin-cermin ini memantulkan bayangan yang tampaknya bergerak dan berubah. Ruangan ini memberikan ilusi yang membingungkan dan membuat sulit untuk menentukan arah yang benar. Kesalahan arah hanya kan membawa Shian Long berputar-putar di dalam pusaran waktu tanpa batas.
1032.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 972 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
lantai tiga belas

lantai tiga belas

Cermin itu tergantung. Padahal ia sudah membuang semua cermin miliknya. Termasuk cermin kecil yang dulu pecah di ruang jaga. Tapi sekarang, cermin itu kembali. Dengan retakan yang persis sama. Dengan bayangan yang tidak sinkron. Dimas mundur. Napasnya sesak. Dan tiba-tiba... cermin itu bergetar. Bukan hanya bayangannya yang bergerak, tapi permukaan kaca itu seperti riak air. Dari tengah cermin, tangan keluar perlahan, kurus, pucat, dengan kuku hitam panjang meneteskan cairan.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
KEMBARAN DEWA PERANG

KEMBARAN DEWA PERANG

Para ras iblis perlu selalu diwaspadai. Dia berputar di beberapa tempat untuk mengecek kejanggalan atau kelalaian yang ada. Saat dia sampai di sebuah sungai yang akan di adakan untuk melepaskan harapan melalui lentera, Luhan berhenti dan duduk bersandar di dekat pohon. Di bawah pohon itu dia melihat orang berlalu lalang dengan membawa kembang api dan berbagai macam makanan dan hiasan.
101.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Akibat banyak mesin, lampu rambu, dan lampu kendaraan yang mati tiba-tiba di jalan. Heboh..!! Dan pancaran gelombang sinyal energi dari Permadi terus meluas. Hingga akhirnya 'mata ketiga' Permadi, bisa melihat jelas aura energi sosok yang dicarinya, Elang..! Nama hotel 'Kumekaiyu Awajishima' terlihat jelas dalam pandangan 'mata ketiga' Permadi. Ya, dari sanalah menguar energi luar biasa dari Elang yang di carinya.
9.963.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Dunia

Di Antara Dua Dunia

Bab 39 – Bayangan dalam Cermin Lorong di balik Jantung Dimensi terasa seperti masuk ke dalam pikiran seseorang—segalanya tak beraturan, melengkung, dan penuh gema yang bukan berasal dari dunia nyata. Seo Haneul dan Kael berjalan perlahan, langkah mereka bergema aneh di lantai kristal yang memantulkan cahaya dan bayangan secara bersamaan. Dinding-dindingnya terbuat dari cermin hitam, tetapi bukan cermin biasa—cermin itu bergerak, membentuk ulang bayangan mereka, mencerminkan ketakutan dan ingatan yang terkubur dalam.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
Reinkarnasi Sang Dewa Perang

Reinkarnasi Sang Dewa Perang

Ukirannya yang rumit dan detail membuat cermin itu tampak hidup dan penuh misteri. "Kamu perlu berhati-hati saat menggunakannya," lanjut Pak Budi. "Cermin ini mungkin hanya akan menunjukkan kilasan energi, tapi setidaknya bisa memberi kita petunjuk tentang siapa dia sebenarnya." ***
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
Rembulan dalam Dekapan Langit

Rembulan dalam Dekapan Langit

Langit mengusap wajahnya beberapa kali. "Balada perjaka tua, dilihatin cewek jarak dekat aja langsung oleng mau khilaf. Ya Tuhan!" Langit mengomel resah sambil menuju kamar mandi. Sepertinya keramas dengan air dingin bisa menurunkan suhu tubuhnya yang panas akibat pancaran sinar Rembulan yang ugal-ugalan.
913 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
Cerai pura pura

Cerai pura pura

Apa Angga tahu? "Assalamu’alaikum, Santi," sapa Ambar ramah, senyumnya manis sekali, memperlihatkan deretan gigi putih hasil *veneer*. "Wa’alaikumsalam," jawab Santi kaku. Ia tidak mempersilakan masuk. "Boleh aku masuk? Panas nih di luar. Kasian *baby*-nya kepanasan," Ambar mengelus perutnya dengan gerakan pamer.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai cermin tembus pandang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status