Rayuan Maut Para Tetanggaku
Di sebuah kafe outdoor, Ardi tampak sedang tertawa terbahak-bahak bersama seorang wanita.
Aku memarkirkan motor dan menghampiri mereka. "Woi, bolos kerja ya?"
Ardi tersentak, hampir tersedak kopinya. "Eh, Bos Besar! Enggak Bos, ini lagi istirahat makan siang!"
Wanita di hadapan Ardi menoleh.
Matanya yang indah dengan bulu mata lentik itu menatapku.
Nadira. Dia tampak sangat berbeda. Tidak ada lagi pakaian minim yang biasa ia gunakan untuk siaran OnlyFans. Dia mengenakan kemeja putih kasual dan celana jeans, rambut panjangnya diikat rapi.