Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
NAJENDRA

NAJENDRA

Dan pada akhirnya Najendra kalah telak, dia dibuat jatuh pingsan dalam sekejap. “Bisanya hanya omong kosong. Dasar pangeran sombong.” Meskipun memiliki sesuatu yang spesial namun itu bukan berarti akan menjadikannya kuat secara instan. Begitu terbangun, Najendra terdiam menahan rasa malu terutama di hadapan Intan, sosok gadis yang dia sukai. “Pangeran Najendra, silahkan dimakan. Maaf kami hanya bisa menyiapkan ini saja.” Intan menyodorkan sepiring nasi dengan sayur.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai ita fatia nadia
Baca
+Pustaka
Pembohong yang Sempurna

Pembohong yang Sempurna

kata Parta setelah Nadia memundurkan kepalanya. “Maksud kamu? Kita tidak akan jalan lagi?” tanya Nadia dengan heran. “Siapa yang mau jalan dengan cewek murahan kayak kamu!” Nada bicara Parta sedikit menghina membuat Nadia melayangkan tangan dan membuat pipi Parta kemerahan. “Kamu keterlaluan, Par. Ciuman bukan berarti aku murahan. Lagian kamu juga menikmatinya!” tuduh Nadia.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai ita fatia nadia
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Terlarang

Terjebak Gairah Terlarang

Leon terdiam sejenak, menatap pinggul itu beberapa detik sebelum bertanya: “Siapa kamu?” Gadis itu tersentak kaget, lalu menoleh. Wajahnya manis, kulit sawo matang, rambut diikat ponytail tinggi, dan usianya jelas masih sangat muda — sekitar 19 tahun. “Oh, Den Leon… maaf, saya Fatika. Cucu Bi Ijah,” jawabnya sambil tersenyum malu-malu, tapi matanya berkilat centil.
46.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai ita fatia nadia
Baca
+Pustaka
Pria Perkasa Penakluk Wanita

Pria Perkasa Penakluk Wanita

kata Nadia. "Ya, uh, bagus," aku menjawab. "Tapi itu tidak membantu kamu," tambah Nadia sambil terus memeriksa portofolio saya. Dia cantik dengan cara yang tegas. Seorang gadis kulit hitam dengan kulit gelap dan rambut hitam panjang yang diikat dalam satu kuncir, mata cokelat yang bersemangat yang memindai segala sesuatu dengan intens di balik kacamata berbingkai logam. Berpakaian sweater dan jeans yang terlihat profesional, dia tampak cukup perhitungan dan ambisius, sukses dalam citra yang dia coba tunjukkan di sekolah sebagai seseorang yang telah bekerja keras untuk mencapai posisinya. Aku mengenalnya dari beberapa kelas, dan dia dengan mudah menjadi salah satu orang paling cerdas dan term
9.480.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai ita fatia nadia
Baca
+Pustaka
Titik Nadir Sang Pendosa

Titik Nadir Sang Pendosa

Namun, Naura bisa menghindar dengan halus sehingga tidak membuat Fatih merasa tersinggung atas penolakannya. “Dari tadi melirik kesana terus, Mbak Naura?” Salah satu pekerja di rumah makan mengul.m senyum saat berpapasan dengan Naura. “Jangan terlalu tarik ulur, Mbak. Pak Fatih itu duda kualitas premium. Tampan, mapan, perhatian, waah … paket lengkap. Awas menyesal nanti kalau lepas dari genggaman.”
1021.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 761 kali sebagai ita fatia nadia
Tampilkan Ulasan (12)
Baca
+Pustaka
shameita
thor yang bai...dan selalu pny byk ide dlm plot novelnya.... tolong dong judul² ini di upload di GN juga thor..... PLEASEEEE.... :) Air mata sang bidadari Mencintai harapan Dermaga yang terbelah Akankah selamanya luka Kita yang terluka Menyulam air mata Masih yang terindah
Ayu Ayuningtiyas
ceritanya bagus Thor, pembelajaran utk semua anak gadis agar bisa menjaga diri dan kehormatannya,jgn percaya sama mulut manis dan kelakuan laki" yg bilang cinta dan sayang.semoga ada kehidupan yg lebih baik lagi untuk Naura.
Baca Semua Ulasan
Terjerat Cinta Sang Fotografer

Terjerat Cinta Sang Fotografer

“Lagi sariawan aku, Nad.” “Terus udah minum obat atau larutan apa gitu?” "Udah," jawabku berdusta. "Beneran?" "Iya. Ayo, Nad, kita mulai sekarang." Nadia melangkah yang terlihat seperti berjingkat. Dengan bikini berwarna hijau pupus yang dikenakannya Nadia terlihat bagai bintang di musim panas. Aku akui Nadia adalah model paling cantik dari begitu banyak model yang pernah kutangani. Tapi tidak lebih cantik dari Cataleya.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 571 kali sebagai ita fatia nadia
Baca
+Pustaka
Dia, Adnan.

Dia, Adnan.

"Cie dipandangin aja nih gaunnya, udah gak sabar mau pake ya?" Fathia mendelik kesal saat suara cempreng Nadia tiba-tiba menyapa gendang telinganya, persis di sebelah kirinya. "Apasih Nad, ganggu aja. Masuk kamar orang juga gak ngetuk dulu gak ngomong apa-apa, main nyelonong aja." Ujar Fathia, mengungkapkan ke kesalannya terhadap sang adik yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai ita fatia nadia
Baca
+Pustaka
Kuhibahkan Cincin dan Calon Suami pada Sepupuku

Kuhibahkan Cincin dan Calon Suami pada Sepupuku

Hal ini mencuri perhatian Fatih, karena menyadari kalau Nadira seorang pendatang di Medan. Diam-diam dia mencari tau di mana Nadira tinggal. Pada satu kesempatan, dia memberanikan diri mengajak ngobrol dan berkenalan, di mana hal itu membuat Nadira justru membeku, karena tak menyangka bisa melihat wajah temannya pada diri orang asing. Pagi ini, Fatih akan ke Jogja untuk Diklat selama tiga hari ke depan, hingga mencari tiket pesawat paling pagi. Tak disangka ia melihat Nadira menaiki kereta yang sama menuju Kuala Namu.
19.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 766 kali sebagai ita fatia nadia
Baca
+Pustaka
Suami Dingin Pilihan Ayah

Suami Dingin Pilihan Ayah

umpat Nadia. "Ada apa, siapa yang tidak ada kerjaan? Apa karena nenek menjilati ice cream, padahal sudah tidak pantas?" "Tidak nek, bukan nenek." Nadia menggaruk pelipisnya seiring tertawa kecil. Gadis itu melewati Abimana dan Tania, sedangkan Saraswati tidak menyadari keberadaan pria yang diharapkan mendampingi cucunya kelak. ***
1046.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai ita fatia nadia
Baca
+Pustaka
Surat Wasiat Istriku

Surat Wasiat Istriku

Falisha hanya tersenyum, dia malas menanggapi pertanyaan wanita itu. “Tan, serius kamu mencari pasangan seperti ini, sudah cari tahu belum bibit, bebet, bobotnya. Kamu lulusan dari mana sih? Kok bisa kenal sama Fattan? Lagian bukannya selera kamu bukan wanita tertutup seperti ini?” ketus Nadia kakak sepupu Fattan secara blak-blakan. “Sudah semuanya dan Mbak Nadia tidak perlu ikut campur dengan urusanku,” tegas Fattan.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai ita fatia nadia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status