WOLF (Indonesia)
Entah itu aku akan berakhir di tangan ayahmu, atau bahkan di tangan Tuhan sekalipun.
Happy merasakan dadanya bergetar pilu, saat membaca kalimat terakhir yang ditulis oleh Arvin pada pesan tersebut. Ia pun bergumam, “Dan, Tuhan masih berbaik hati, hingga kamu berakhir di tangan ayahku, Vin.” Tetes demi tetes air mata Happy lolos di pipi. Entah sejak kapan bening kristal itu merebak. Sungguh, hatinya tak mampu untuk melanjutkan membaca pesan itu. Namun, sialnya naluri keingintahuan cewek itu lebih besar di banding dengan perasaannya. Oleh sebab itu, Happy memilih untuk kembali membaca pesan tersebut.
Aku harap kamu jangan sedih, apalagi menangis. Hidupku akan terasa gelap dan hampa, jika meli
Sikat na Kabanata