CELASEMARA (Haruskah aku melepaskanmu?)
“Betul. Ibu nanti mau beli baju berdua aku di mal. Kami mau jalan-jalan berdua.”
“Oh.”
“Kak Ardan, apa kabar?” tanya Sahila sambil berjalan bersisian dengan pria itu yang masih mengunyah permen karet.
“Baik,” jawabnya singkat.
“Oke.” Sahila menunduk, tangan kirinya menyeret koper, sementara tangan kanannya sibuk mencari nama ayahnya–Prasert–ia akan mengabari jika sudah tiba di Jakarta. Sahila bicara dengan bahasa Thailand, Ardan sesekali melirik, parfume yang digunakan wanita itu juga begitu harum, dan manis. Ia kembali menatap jalanan ke arah parkiran mobil, ia lupa menanyakan Sahila menginap di hotel mana selama Imelda dan Rizal masih di luar kota.
Hot Chapters