Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pesugihan Kandang Bubrah

Pesugihan Kandang Bubrah

Jeritan dan gemuruh air sungai yang menyerupai darah terus menggema di sekelilingnya, seperti alunan simfoni kematian yang tak berkesudahan. “Apa yang harus aku lakukan dengan ini?” Arif bertanya, suaranya bergetar di antara keputusasaan dan rasa takut. Wanita itu tidak menjawab. Sebaliknya, tubuhnya perlahan memudar menjadi kabut merah yang bercampur dengan udara dingin di sekelilingnya. Hanya tawa kecilnya yang tertinggal, menggema di udara hingga perlahan memudar seperti bisikan angin. Arif mencoba menelan ludah, namun tenggorokannya terlalu kering.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai arti simfoni kehidupan
Baca
+Pustaka
Asmara di Kehidupan 303

Asmara di Kehidupan 303

TAR TAR Para Petugas akhirat makin bersemangat melecut Roh Panglima dengan sekuat tenaga, membuat bunyi lecutan itu semakin terdengar jelas seantero akhirat. Suara jeritan pilu dan lecutan itu juga terdengar oleh Raja Akhirat dan Dewa Pengatur nasib. Keduanya kompak menoleh ke arah sumber jeritan dan bunyi lecutan. Air muka keduanya berubah pilu, keduanya menunduk sambil geleng-geleng kepala menyayangkan nasib buruk sang Panglima yang dulu begitu gagah perkasa, kini harus menjadi pesakitan gara-gara masalah cinta.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai arti simfoni kehidupan
Baca
+Pustaka
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

"Aku nggak berjuang saat mereka menekanku. Aku terus mengalah dan berkompromi, terlalu lembut pada orang yang menyakitiku. Aku begitu bodoh." "Baiklah, kalau ada kehidupan setelah ini, apa yang kamu inginkan?" "Aku ingin di kehidupan selanjutnya, aku hidup tanpa beban, bersih dan bebas. Benar-benar hidup untuk diriku sendiri." Tuhan berbisik lembut, "Semoga di kehidupanmu yang akan datang, kamu bisa lebih egois." Dengan cepat, masa lalu itu berputar di depan mataku seperti sebuah film. Aku sekilas menyaksikan seluruh hidupku, dan setelah putaran terakhir, semua gambar-gambar itu lenyap begitu saja.
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai arti simfoni kehidupan
Baca
+Pustaka
Life or Not

Life or Not

ucap senior “Benar apa yang dikatakan senior,” ucap Toni Mereka kemudian melanjutkan acara minum-minumnya. Merasa iba dengan apa yang terjadi kepada Simon membuat Brian seketika merasa suram dan minum lebih banyak. Memang tepat di depan mata tapi dia melepaskannya kembali memangnya siapa yang merasa tidak gila. Kedua temannya itu masih terus bercanda ternyata mereka penggemar hewan laut yang menjadi kartun sepanjang masa bahkan hapal semua karakternya. Beritu sampai di kantor polisi saat itu juga Simon memberikan keterangan mengenai penipuan di platform investasi. Polisi mendengarkan penjelasan Simon dengan teliti dan setelah Simon selesai memberikan keterangan mereka mengatakan akan menang
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai arti simfoni kehidupan
Baca
+Pustaka
Mengembalikan Senyum Bidadari

Mengembalikan Senyum Bidadari

‘Tak ada kehidupan yang lebih menentramkan kecuali dalam tuntunan agama. TAMAT ***SPW*** Terima kasih untuk pembaca setia yang telah mengikuti kisah ini dan memberikan vote-nya. Novel "Mengembalikan Senyum Bidadari" di posting sesuai novel aslinya. Mohon maaf jika ada salah kata atau membuat pembaca tak nyaman. Semoga ada hikmah yang bisa diambil dari kisah ini. Salam hangat dari Author 😍🥰
10168.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai arti simfoni kehidupan
Baca
+Pustaka
Aku Masih Hidup, Mas

Aku Masih Hidup, Mas

Kesempatan ini bisa ia gunakan untuk lembali pada kerjaannya sekaligus untuk menumpas orang-orang yang bekerja dengan kotor. Ia bisa kembali mengungkap keberanan. Dan tak perlu bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan yakin Ardi mendongak, menatap Refan lekat. "Aku bersedia, apa yang harus aku lakukan sekarang?"
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai arti simfoni kehidupan
Baca
+Pustaka
Anakku Pulang Tanpa Nyawa

Anakku Pulang Tanpa Nyawa

Aku tersenyum lebar mengingat tak lama lagi impianku akan terwujud. Tak lama seorang wanita paruh baya datang tergopoh-gopoh. "Mbak, apa yang terjadi sama Tuan Sultan?" tanyanya kemudian. "Entahlah Bi, yang jelas tadi tiba-tiba Bapak pingsan, saya segera membawanya ke sini karena sebelum pingsan Bapak bilang dia tidak ingin dibawa ke rumah sakit atau diperiksa. Bapak hanya mau saya merawatnya di rumah," ujarku wanita paruh baya yang kuyakini itu adalah ART rumah ini.
1055.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai arti simfoni kehidupan
Baca
+Pustaka
SIMBIOSIS

SIMBIOSIS

Ia tertawa cukup keras di depan cermin. "Tadi bisa dianggap latihan kan?" tanya Robi pada dirinya sendiri. Robi tersenyum lebar, lalu menghambur ke kasurnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Sudah saatnya untuk tidur, karena besok ia harus mendatangi salah satu restoran cabang yang baru dibuka. Robi mengambil ponsel yang ada di samping kepalanya. Ia menatap gambar yang ada di layar ponselnya tersebut. Terdapat seorang gadis mengenakan seragam putih biru khas anak SMP tengah tersenyum dengan dua jari membentuk huruf V. Robi tersenyum hangat menatap gadis yang ada di layar ponselnya.
9.96.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai arti simfoni kehidupan
Baca
+Pustaka
Cahaya Hidupku

Cahaya Hidupku

Ervando berdeham pelan, menyentuh hidungnya. Tidak ada penjelasan apa pun. Dia hanya membawaku masuk ke Kantor Catatan Sipil. Semuanya berjalan lancar. Aku menderita afasia. Menghadapi orang asing, sering tidak bisa berbicara. Walau begitu, aku masih bisa mengangguk dan menggeleng. "Apa ini perceraian atas kemauan sendiri?" "Ya." Aku mengangguk. "Apa memastikan hubungan telah retak?"
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai arti simfoni kehidupan
Baca
+Pustaka
Mayat-Mayat Hidup

Mayat-Mayat Hidup

tandas Pak Diko. Kiman menoleh. “Yang benar, Pak?” Pak Diko mengangguk lemah. Dia yakin dengan apa yang dia lihat barusan, bahwa Anja sudah menjadi mayat hidup. Ponsel Kiman berdering. “Cepat angkat. Jangan sampe zombi-zombi itu dengar suara hape kamu,” kata Suster Indri memerintah Kiman. Kiman langsung merogoh saku jaketnya. Dia mendapati panggilan telepon dari Gugun dan langsung mengangkatnya, “Halo, Gun.”
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai arti simfoni kehidupan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status