Pesugihan Kandang Bubrah
Semua terlihat seperti kota besar modern, tetapi atmosfernya tidak benar.
Tidak ada suara kendaraan atau keramaian. Tidak ada tawa atau obrolan orang-orang. Suasananya sunyi, begitu sunyi sehingga suara napasnya sendiri terdengar bergema.
Arif berjalan perlahan, setiap langkahnya terasa berat, seperti tanah di bawahnya menarik kakinya kembali.
"Apa ini?" pikirnya, rasa takut mulai menjalar. Udara mulai berbau aneh, seperti campuran besi panas, bunga layu, dan asap tembakau yang terbakar.