Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terbelenggu Cinta CEO Kaya

Terbelenggu Cinta CEO Kaya

Namun, Varisha dengan sabar mengingatkan, "Tolong, jangan terlalu banyak bergerak. Lukanya bisa terbuka lagi." Arshaka terdiam sejenak, mempertimbangkan kata-kata Varisha. Kemudian, ia kembali membuka suara dengan pertanyaan yang terkesan aneh. "Katakanlah, kalau pria tua itu dan saya tenggelam di hadapanmu, siapa yang akan kamu selamatkan terlebih dahulu?" Varisha menggelengkan kepala, tidak percaya dengan pertanyaan itu. Dia juga merasa kesal dengan cara Arshaka memanggil Cakra. "Papa. Panggil beliau dengan sebutan Papa. Itu lebih sopan."
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai askara
Baca
+Pustaka
Dendam Titisan Ashura

Dendam Titisan Ashura

kutuk Raksha. “Kau masih tidak sadar?! Pantas saja kau melawan, Mavendra! Kau menolak kekuatan titisan Ashura sejati! Benar-benar dungu!” ejek pria misterius itu. Dia mengangkat kedua lengannya ke arah langit seolah ingin memeluknya. “Pendekar Sakra tidak bisa diandalkan di Nusantara ini, Mavendra! Hanya Yaksha yang menjadi pembalas dendam sejati atas seluruh kezaliman Kanezka!” “Harusnya kau kubunuh semenjak pertama kali aku menemuimu, Aryasatya!” seru Raksha murka.
1011.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai askara
Baca
+Pustaka
Mengandung Anak Pak Dosen

Mengandung Anak Pak Dosen

Hal itu membuat Mazaya dan Devan untuk sesaat saling bersitatap penuh keheranan. "Apa itu Aska?" gumam mereka hampir bersamaan mengatakan hal yang serupa. Tanpa pikir panjang lagi, Mazaya dan Devan segera menuju ke pintu kamar dan langkah cepat, lalu membuka pintu. Dan benar saja yang ada di luar pintu adalah Askara berdiri sambil mengucek matanya. "Ibu, Aka mau bobo cama Ayah dan Ibu. Boleh ya," pinta Askara yang kini beralih menatap kedua orangtuanya.
1050.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai askara
Baca
+Pustaka
Safira Aswanta

Safira Aswanta

kata Daren tidak yakin. “Kenapa kamu tidak yakin? Apakah ada yang berbeda dengan wanita yang dijodohkan denganmu kali ini?” tanya Siska penasaran. Karena dia tahu selama ini Daren selalu dijodohkan oleh orangtuanya dan dia tidak pernah menjalaninya dengan serius. Ada aja alasan yang dibuat Daren untuk menghindari perjodohan tersebut. “Tidak ada. Hanya saja boleh dikatakan bahwa dia sangat mirip dengan manekin."
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai askara
Baca
+Pustaka
Karma

Karma

Dari tatapan matanya yang tajam menandakan sebuah kebencian. Ya!...Pemilik mata tajam itu adalah Arshavina kara atau bisa di panggil Vina. Ia adalah saudara angkat Sharla. Dulu waktu Vina di tinggal oleh kedua orang tuanya dan bertemu dengan Adam Owen papanya Sharla. Dan sejak itu Vina di angkat menjadi anak dari Adam dan sekaligus menjadi Kakak dari Sharla. Adam memberikan kasih sayang keduanya dengan porsi yang sama meskipun vina bukan anak kandung Adam. Dan membekali dengan pendidikan yang sama juga. Hanya saja setelah dewasa Vina lebih banyak tinggal di luar negeri dan sangat jarang ketemu dengan Sharla. Karena kesibukan sharla yang memilih menjadi ibu rumah tangga.
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 387 kali sebagai askara
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Mas Adry mengangguk, lalu lelaki berlesung pipi itu kembali menunjukkan wajah penyesalannya. "Waktu Mas pengawalan alat berat. Tak sengaja mas ketemu sama kawan mas. Dia agak mistis orangnya alias kasyaf. Dia bilang ada sesuatu dalam tubuh mas. Dia memberi Mas segelas air." "Lalu?" tanyaku penasaran. Teman Mas Adry mengatakan itu adalah air satru, air yang bisa membersihkan sesuatu yang kotor di dalam tubuh. "Setelah Mas minum air itu, entah kenapa badan Mas tiba-tiba gak enak. Akhirnya mas sakit muntah-muntah. Makanya mas gak menolak pas Adek mau bawa Mas ke rumah sakit."
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai askara
Baca
+Pustaka
Chandra

Chandra

Chandra yang tersenyum senang membuat Aksa marah. Chandra memanfaatkan kondisi Aksa. Ia semakin membuat Aksa marah hingga tidak bisa mengendalikan emosinya dengan begitu Aksa tidak bisa fokus pada permainan. Dengan mudah, lagi dan lagi Chandra mencetak angka. Kali ini permainan dimenangkan oleh Chandra karena Aksa hanya mencetak satu angka. Chandra segera menghampiri Mirza di pinggir lapangan, mereka melakukan gerakan first bump.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai askara
Baca
+Pustaka
Asmaraloka

Asmaraloka

Jaringan yang Cakra gunakan untuk mengendalikan dan merusak, tidak hanya hidup Ain dan Bella, tetapi juga banyak orang yang tidak pernah tahu bahwa mereka telah menjadi bagian dari permainan berbahaya ini. Namun, Cakra menyadari apa yang sedang dilakukan Ain, dan ia melangkah maju dengan gerakan cepat, mencoba untuk menghalangi dan menghentikan tindakan Ain. Tapi kali ini, Ain sudah siap. Semua yang telah ia pelajari selama perjalanan ini—semua kebenaran yang telah mereka temui—sekarang menjadi senjata yang kuat. Ain menekan tombol terakhir pada perangkat itu, dan sesaat kemudian, ledakan energi besar terdengar di seluruh kawasan. Cakra terhuyung mundur, mencoba menahan dampak yang datang de
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai askara
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Pangeran Bodoh

Balas Dendam Pangeran Bodoh

Matanya berkilat saat melihat isi peti yang dibuka: potongan kayu gaharu kualitas tertinggi yang aromanya langsung memenuhi seluruh aula istana, serta sebuah belati berhias batu safir yang ditempa dengan teknologi Askaron. "Askaron..." gumam Valari sambil mengusap dagunya. "Aku pernah mendengar legenda tentang bangsa yang kaya di balik cakrawala, namun aku tidak menyangka kalian berada begitu dekat, di balik Hutan Rot yang terkutuk itu."
815 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai askara
Baca
+Pustaka
Warisan Darah Langit

Warisan Darah Langit

Dengan mengerahkan tenaga Qi-nya, Darius melempar tubuh Aksara ke udara, melontarkannya tepat ke arah Beruang Besi yang sedang meraung. "AKSARA!" jerit Larasmaya dari kejauhan, suaranya pecah oleh ketakutan. Tubuh Aksara melayang, jatuh terguling di lumpur berdarah, tepat tiga langkah di depan moncong monster itu.
10979 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai askara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status