Summer Pieces
“Aku tidak masalah dengan sendiri. Segalanya, bahkan ketika kau harus bekerja. Aku menuruti peraturanmu di rumah. Aku tidak keberatan untuk tidak mengakses media sosial bahkan ketika aku tidak memiliki banyak teman. Aku selalu pulang tepat waktu, aku jarang keluyuran. Tapi please, ijinkan aku melakukan apa yang kumau.”
Ia terlihat ragu sejenak. Namun, ia kembali maju menghampiriku. Ia menyentuh helai rambutku yang jatuh di pipi. Menyingkirkannya perlahan ke balik telingaku. Ia memandangku sejenak. Pandangan yang mencairkan keras kepalaku, “Aku minta maaf, Sum. Aku hanya ingin kau baik-baik saja. Bukan maksudku untuk kolot. Tolong, percayalah padaku.”
“Tapi, ijinkan aku melakukan apa yang kum
Hot Chapters