MALAM GILA DI RANJANG MERTUA
Dadanya tampak padat dan berisi—terbayang pas dalam genggaman tangan Rama yang kekar, bahkan seperti berlebih sedikit.
Lagi-lagi Rama memejamkan mata, menggeleng kuat.
“Astaga, Rama. Pagi-pagi pikiranmu sudah sangat ngeres,” gumamnya dalam hati.
Saat Rama duduk di antara mereka, Nadia berkata, “Oh iya, Mas. Aku ada kerjaan di Singapura sama bosku sekitar tiga sampai empat hari. Nggak apa-apa, kan?”