Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Firdaus

Firdaus

Firdaus pun menurunkanku. Mas Iman muncul tepat setelah aku keluar dari area lapangan basket. ☁ Malam itu seseorang misscall hp-ku saat aku hampir saja memejamkan mata. Kemudian sebuah pesan masuk ke aplikasi chat. save ya. Aku membalasnya. siapa? Langsung di-read olehnya dan langsung dibalasnya. firdaus yg paling ganteng unyu2 sedunia uwu :*
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai asma nadia
Baca
+Pustaka
Adakah Jalan Untuk Kembali

Adakah Jalan Untuk Kembali

🖤LS🖤 Pagi itu Nadia bersemangat menerobos jalanan pagi kota Surabaya yang mulai sibuk. Ia melaju dengan motor matic, ada ransel kecil bertengger di punggungnya. Hari-harinya kini penuh tujuan. Setelah badai panjang empat tahun ini. Semangatnya membara demi Adam.
10145.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai asma nadia
Tampilkan Ulasan (43)
Baca
+Pustaka
Weneedta
Ceritanya bagus banget kak... Izin promo ya. Sambil nunggu update buku ini, mampir yuk ke cerita aku. "Antara Kamu dan Putraku". Kisah seorang wanita menikah 30an yg tergoda dengan pria muda pelatih basket putranya. Makasih ^_^
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Satu Malam Bersama Adik Suamiku

Satu Malam Bersama Adik Suamiku

Ayla mengulang, seakan ingin memastikan bahwa apa yang didengarnya itu benar. "Iya," Adrian mengangguk, "Gadis itu namanya Nadya. Katanya, dia pengusaha dari luar kota. Bram memberitahu semua orang di grup keluarga tadi." Senyum tipis menghias bibir Ayla, namun matahari pagi tak mampu menyembunyikan kegundahan yang masih bertahan. "Aku... tidak tahu harus berkata apa. Ini kabar baik, bukan?"
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai asma nadia
Baca
+Pustaka
KUKIRA MISKIN, RUPANYA CEO

KUKIRA MISKIN, RUPANYA CEO

"Ini tadi uang yang dikasih sama Mas Aditya buat Nadia, Bu. Simpan ya. Kita akan pakai buat bawa Nadia ke rumah sakit. Aku ingin dia sembuh, Bu." Marni menunduk, mengelus lembut uang yang diberikan Dahlia. Wanita itu langsung meneteskan air mata mengingat adiknya yang diceraikan oleh suaminya karena melahirkan anak yang cacat. Nadia bayi menderita penyakit hidrosefalus dimana kondisi ukuran kepala bayi yang jauh lebih besar dari ukuran normal. Penyebabnya antara lain gangguan genetik dan masalah dalam perkembangan janin akibat malnutrisi atau infeksi selama kehamilan. Marni tidak kaget, karena memang adiknya bahkan lebih miskin dari dia. "Apa Nadia sudah bobo, Bu?!"
1057.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai asma nadia
Baca
+Pustaka
Awas, Ada Berondong!

Awas, Ada Berondong!

Jarak yang teramat tipis di antara mereka membuat udara di dalam kamar terasa semakin menipis. Vania bisa merasakan aroma sabun mandi beraroma mint yang menguar dari tubuh Tara, berpadu sempurna dengan deru napas pemuda itu yang memburu di atas kulitnya. Untuk sedetik saja, Vania merasa kehilangan kendali atas akal sehatnya. Tatapan mata Tara yang gelap dan penuh tuntutan itu seolah menghipnotisnya untuk berhenti melawan.
206 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4 kali sebagai asma nadia
Baca
+Pustaka
Asmara Ghina

Asmara Ghina

Ghina begitu pendiam di kelas, tidak mungkin gadis itu senekat itu. "Za, udah, jangan terlalu dipikir. Biarkan waktu yang menjawab," ucap Andi yang tahu jika sahabatnya sedang berusaha menghilangkan rasa penasarannya. "Ih, kok, aku jadi curiga kalau pengirimannya si Andi. Lihat, deh, dari tadi dia perhatian banget ke Reza," celetuk Bela, teman sebangku Ghina yang juga merupakan sepupu Reza.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai asma nadia
Baca
+Pustaka
Godaan Mama Muda

Godaan Mama Muda

Aku berjalan ke pintu, membukanya dengan hati-hati. Di luar berdiri seorang wanita muda, mengenakan kemeja putih dan celana jeans. Rambutnya dikuncir kuda. Wajahnya cantik dengan senyum ramah. "Radit?" tanyanya. "Iya. Siapa ya?" "Aku Nadya. Nadya Kusuma. Temen Adrian." Adrian? Kenapa teman Adrian datang ke rumahku? "Ada apa ya, Mbak?"
9.8119.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai asma nadia
Baca
+Pustaka
MADU HITAM

MADU HITAM

Hari sudah pukul sebelas malam, Alina dan Celine pun terlelap di kontrakan yang berukuran kecil itu. Mengenai klien dari Jepang, Ferdi telah berhasil membujuknya agar nama perusahaan yang dipegang oleh Justin tidak di-blacklist. Mendengar kabar baik ini, Justin merasa cukup lega. Tapi di sisi lain, Ferdi sangat bingung karena pria itu masih memiliki perihal utang pada Madam Aurora, pemilik klub Butterfly. Kebiasaan Ferdi gonta-ganti wanita membuatnya terjun ke dalam dunia malam. Uang yang dihabiskan dalam satu malam sangat fantastis, apalagi jika memilih klien dari VIP, sangat menguras kantong. Mengenai kasus Justin di sebuah klub, Madam Aurora akan melelang Justin malam itu, tetapi seseoran
929 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai asma nadia
Baca
+Pustaka
Pria Perkasa Penakluk Wanita

Pria Perkasa Penakluk Wanita

kata Nadia. "Ya, uh, bagus," aku menjawab. "Tapi itu tidak membantu kamu," tambah Nadia sambil terus memeriksa portofolio saya. Dia cantik dengan cara yang tegas. Seorang gadis kulit hitam dengan kulit gelap dan rambut hitam panjang yang diikat dalam satu kuncir, mata cokelat yang bersemangat yang memindai segala sesuatu dengan intens di balik kacamata berbingkai logam. Berpakaian sweater dan jeans yang terlihat profesional, dia tampak cukup perhitungan dan ambisius, sukses dalam citra yang dia coba tunjukkan di sekolah sebagai seseorang yang telah bekerja keras untuk mencapai posisinya. Aku mengenalnya dari beberapa kelas, dan dia dengan mudah menjadi salah satu orang paling cerdas dan term
9.480.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai asma nadia
Baca
+Pustaka
Dimadu Saat Koma

Dimadu Saat Koma

Mas Adnan akhirnya berbicara, suaranya lembut dan hati-hati. "Dimana yah? Jauh, ya?" tanya Dara polos, mata besarnya penuh rasa ingin tahu. Aku dan Mas Adnan tersenyum getir, lalu aku mengusap rambut Dara dengan lembut. "Iya, sayang. Mama ada di surga," jawabku, mencoba menjelaskan dengan kata-kata yang sederhana.
5.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai asma nadia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status