DIA
Lidya melepaskan genggamannya dan melangkah berhadapan dengan Davka, nafasnya memburu terengah-engah karena sehabis berlari dari Asrama Wanita Kamboja yang berjarak lima ratus meter dari asrama putra untuk menemui Davka.
"Bicara apa lagi?" Davka bertanya dengan raut wajahnya yang tampak jengah dan menautkan kedua alisnya. Davka mendengus, ia sungguh tidak suka dengan gadis tidak tahu malu yang kini berhadapan dengannya. Gadis yang sudah tahu bahwa ia memiliki kekasih tetapi tetap saja mencoba mengusiknya.
"Kamu harus bertanggung jawab Dav, kita sudah terlalu jauh,” tukas Lidya dengan raut wajah memelas.
Bab Populer