Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MEMORY

MEMORY

Galang menyerahkan foto Jordan yang tengah tertawa lepas, bibir Violet ikut tersenyum hanya dengan melihat foto Jordan. "Kenapa pria ini terlihat tidak asing buatku?" Violet terus memperhatikan foto Jordan. Galang yang melihat adiknya tersenyum, lantas mengelus kepala Violet. "Dah yuk makan." Ajak Galang. Violet duduk di meja belajarnya. Tidak, dia tidak belajar, melainkan terus memperhatikan foto Jordan. Dirinya tahu, mau di lihat berapa kali pun tetap Jordan tak dapat ia ingat. Tapi kenapa otaknya terus berkata bahwa Violet pernah mengenal Jordan. Kotak ingatannya masih terus menolak untuknya mengingat Jordan, membuat kepala Violet kembali pusing. Violet menarik laci meja dan mengambil pil
9.93.1K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as pattern recognition
Read
+Library
PARALLEL

PARALLEL

Agnes menunjuk sesuatu di tengah langit-langit ruangan. “Benda itu disebut Coove, bentuknya seperti kelereng dan mampu menampilkan hologram hingga tiga ratus enam puluh derajat. Berikan ponselmu, kita akan lihat apakah alat ini masih berfungsi.” Xabi menyerahkan ponselnya pada Agnes yang kemudian mondar-mandir dalam ruangan untuk menyalakan Coove. Beberapa saat berlalu dan hasilnya nihil,
3.0K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as pattern recognition
Read
+Library
ABNORMAL

ABNORMAL

Mereka saling bertatap mata, tetapi tatapan mata mereka aneh,entah kenapa seperti ada sebuah tatapan yang luar dari biasa. Sayangnya Hana tiba-tiba datang bersama guru matematika, sehingga Liliana dengan terpaksa harus meninggalkan meja Yoga. Mata pelajaran matematika pun dimulai, Liliana menyelesaikan semua soal dengan sangat mudah, dia memang sangat pandai. Liliana Sekolah di sana karena beasiswa, kepandaiannya memang sangat terkenal, karena itulah diam-diam ternyata yoga sudah memperhatikan Liliana.
9.96.3K viewsOngoingAdded to Library 171 Times as pattern recognition
Read
+Library
Memory

Memory

jawab Soraya, dia berjalan menuju etalase kaca toko. Aku mengamati cincin pemberian Aksara. Dengan kondisinya sekarang apa dia mampu beli cincin permata? Menurutku ini hanya batu biasa, tapi kenapa terlihat sangat indah? Ah, aku tidak perlu memedulikan ucapan Soraya.
108.1K viewsCompletedAdded to Library 275 Times as pattern recognition
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status