Pengantin Dadakan
Nanti bisa diulang di keran depan.
“Mas, wudunya batal, loh.”
“Kan, itu mau kamu tadi, Can.”
“Ya, udah ke masjid sana. Entar ditungguin Pak Imam.” Dia mau kabur, enak aja. Nggak semudah itu, Can.
“Di masjid namanya bukan Pak Imam, tapi Pak Imron.” Aku menahan bahunya yang hendak kabur.
“Imam kek, Imron kek, pokoknya ke masjid sekarang.” Can grogi luar biasa. Ckckckck, baru juga digituin belum yang lain.
Bab Populer