Cinta dan Dosa
Anton yang mulai emosi segera mengambil spau lidi dan mengarahkannya ke arah Bisma.
Bisma yang menyadari itu segara berdiri, “Ampun, Om. Saya khilaf,” ucapnya.
Namun, Anton tetap mengarahkan sapu itu kearah bisma. “Enak saja kamu. Mau jadi pacar anak saya, karena cantiknya saja. Kamu tidak tulus sama dia.”
“Nggak, Om. Bukan begitu maksud saya.” Dengan posisi yang kejar-kejaran, Bisma memohon ampun kepada ayah Melati.