MARNI
protes Wandi melepaskan tangan Aji, yang terus menariknya.
Wanita itu tersenyum saja, "Iya, Mas. Aku Marni."
"Sedang apa, kok malam-malam ke tepian sungai? Bukannya sedang a-anu, ya?" Wandi menggaruk kepalanya yang tak gatal, ingin meneruskan perkataan, tapi bingung dengan ucapannya sendiri. "Maksudnya, malam pertama pengantin, kok ngeluyur?" imbuh Wandi lagi.
Hot Chapters