Di Antara Dua Senja
Tangis ketiganya pecah dalam dekapan erat pelukan masing-masing.
“Sudah, sudah. Kalo begini terus, kapan Raka berangkatnya, hum? Bagian informan sudah mengumumkan, pesawat jurusan Yaman akan berangkat lima menit lagi. Kamu siap-siap gih,” Lisa menguraikan pelukan. Bermaksud memberikan kekuatan pada kedua puteranya.
“Kalo gitu, Raka pamit ya,, bu. Izza? Ingat pesan Abang, ya,” melihat satu persatu senjanya. Kemudian tersenyum, menyalaminya satu persatu.
Hot Chapters