Malam Pertama Sang Istri Kontrak
“Arga, aku lelah, tapi aku tidak bisa berhenti. Aku takut kalau semua ini sia-sia.”
Bayangan itu tersenyum, suaranya lembut, “Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Selama kau berdiri, kebenaran tetap hidup.” Aisyah menarik napas panjang, lalu berdiri lagi, seolah mendapat tenaga baru. Ia meraih map berisi dokumen, menatapnya dalam-dalam. “Kalau begitu, mari kita buka babak baru. Mereka pikir bisa menjatuhkanku, tapi aku akan melawan lebih keras.”
Dan malam itu, di tengah kota yang gaduh oleh sorak dukungan sekaligus ancaman, babak baru perlawanan dimulai—lebih besar, lebih berbahaya, lebih menentukan dari sebelumnya.
Bab Populer