Penderita Kanker Jadi Manusia Super
"Ini pria yang kuceritakan padamu. Namanya Azzam."
Khaled menjabat tangan pria itu, mengamatinya. Genggamannya erat. Khaled tetap berbahasa Dari. "Pangeran memberitahumu tentang misi kita?"
Azzam mengangguk. Dia lebih tua dari Khaled, meskipun sulit untuk memastikannya di balik janggut hitamnya yang lebat. Kulitnya yang gelap tampak retak, dan ada aura kesedihan di sekelilingnya, semacam kekosongan yang terlihat ketika seseorang kehilangan seseorang yang sangat disayangi. Namun, seperti matador yang dengan tabah menunggu banteng yang menerjang, ada juga tekad yang kuat di matanya yang gelap dan tajam, seolah tak ada yang bisa menghalanginya. Dia mengamati gerak-gerik Khaled.
Bab Populer