MAWAR
"K-au bercanda, tuan?"
Kedua manik mereka beradu, perlahan kepala Fabio mendekat, dia memperhatikan bibir milik Mawar yang merekah sempurna karena sehabis menangis. Dia menelan salivanya sampai jakunnya bergerak naik turun, lalu matanya dia larikan ke atas, memandangi kedua netra Mawar yang sangat indah.
"Bolehkah, aku?" Tanya Fabio meminta izin. Jempol tangannya meraba bibir atas dan bawah Mawar dengan seduktif.