My Arrogant Lecture
Dia lalu meminum obatnya lalu tidur lagi.
Damian sesekali memeriksa keadaan Kaila, gadis itu masih terbaring lemah.
“Kai, apa enggak ke rumah sakit saja?” tanya Damian.
Kaila menggeleng, dia biasa seperti ini setiap bulannya. Tangannya meraba-raba kasurnya, mencari ponselnya. Terpaksa Kaila harus bangkit dari tidurnya mengambil ponsel yang ada di tasnya. Dia bergerak pelan mengambil tasnya di meja, perutnya terasa keram dan begitu menyakitkan. Kaila tidak pernah tahan dengan sakit keram saat haid. Dia tidak pernah kuat menahannya meski mendapatkannya rutin setiap bulan. Tangannya meraih tasnya, namun malah jatuh. Damian langsung masuk dan membantu Kaila mengambil tasnya.
Hot Chapters