BUKAN KISAH SEMPURNA
tanya Adinda yang merasa trenyuh saat melihat mata wanita itu mulai berkaca-kaca.
“Menikahlah dengan anak saya.” Mata Adinda pun melebar saat itu juga.
“Uang itu akan saya jadikan mahar, jadi kamu tidak perlu mengembalikannya.”
Jantung Adinda pun perlahan berdetak cepat. Ada rasa takut, bingung, putus asa, yang kembali menyerangnya. Awalnya Adinda meminta waktu untuk berpikir, tapi nyatanya waktu tidak memihak padanya. Dan saat tetangga yang ia harap bisa menolong dengan membeli rumahnya ternyata baru saja membeli rumah di lokasi lain, maka Adinda tidak punya jalan keluar, selain menghubungi wanita itu.
Hot Chapters