Jangan Baca Novel Ini!
tanyaku cengo, yakin telingaku pasti salah dengar gara-gara kebanyakan makan mi instan sejak novelku tidak ada lagi yan naik.
"Lima belas juta, ini bersih, belum kalau misal saya mau ajak kamu makan malam atau keluar, kamu nggak usah keluar biaya sepeserpun. Saya juga tidak minta royalty sedikitpun dari novel kamu yang laku keras."
Argan menatapku dengan tatapan seorang pebisnis yang tahu dia sudah memenangkan negosiasi.