Kutukan Perjaka Tua
Karena sedang mengunyah dumsum aku hanya mengangguk saja, mengiyakan pertanyaannya.
"Apa yang bikin kamu nggak suka?"
Aku menghentikan kunyahan dan berpikir. "Mm … umurnya mungkin." Aku lanjut mengunyah dan menelan makanan di mulut. "Dia udah tiga puluh satu, Tante. Udah om-om!"
Untuk kedua kalinya, Tante Elin tergelak. Sudut matanya sampai basah karena mentertawakanku. "Tiga puluh satu tahun itu belum tua, Resva, tapi mateng!"