Nyonya Puas Abang Lemas
Sementara itu, Rusdi mulai mencari pengait atau resleting gaun merah marun yang membungkus tubuh padat Vivian dengan sangat ketat.
"Tolong bukakan, Rus. Aku merasa sesak sekali di dalam kain ini," gumam Vivian dengan suara yang sangat serak dan sensual.
Rusdi menelan ludah dengan susah payah saat jemarinya mulai menemukan kepala resleting di bagian punggung Vivian. Dia menariknya perlahan-lahan, dan suara tarikan resleting itu terdengar sangat jelas di tengah sunyinya kamar mewah tersebut. Begitu resleting itu turun, gaun merah yang tadinya sangat ketat itu perlahan mulai melonggar, memberikan ruang bagi tubuh Vivian yang sangat berisi untuk bernapas.