THE SON OF DESTINY
“Ia memang pantas membenciku, karena aku bukanlah orang yang pantas baginya. Ia seharusnya mendapatkan orang yang lebih pantas, yang lebih bisa membahagiakannya, ketimbang aku yang malah membuatnya sengsara dan menderita...”
“Wahai Kaisar muda yang tampan, mengapakah Anda bersedih hati?”
Suara itu terdengar begitu lembut. Ming Shi segera tersadar dari lamunannya, dan kini menatap nanar sesosok siluet yang balik menatapnya. Seorang wanita. Ia berparas cantik, dengan rambutnya yang digulung ke atas serta tubuh rampingnya yang terbalut gaun merah terang. Ia memegang sebuah Erhu besar. Namun sebelum Ming Shi sempat mencerna identitas si wanita, wanita tersebut telah memainkan nada-nada yang beg
Bab Populer