Embun Cinta
Papa sudah pulang kira-kira satu jam yang lalu, makan bersama, lalu berada di depan televisi saat ini dengan Mama.
Aku melihat papa dengan ekspresi bingung. “Emangnya ada apa, Pa?” Aku balas bertanya kepada Papa. Malam ini hanya ditemani dua cangkir kopi, dan satu gelas teh hangat.
“Satu atau dua hari yang lalu ada bencana alam, kota Pacitan”, Papa mulai menjelaskan kepadaku dengan sesekali melihat Mama yang juga terlihat mendengarkan. “Kota itu terkena banjir bandang, dan juga lumpur tebal. Kasihan sekali mereka yang ada di sana. Papa mempunyai rencana untuk membantu mereka”.