CAHAYA (Patung Kuda Di Rumah Mertua 2)
Aku mengerti bahasa Jawa, tapi tak bisa mengucapkannya.
Mungkin, karena sejak orok, bahasa yang digunakan sehari-hari itu bahasa Indonesia. Hanya saja, ketiga nenekku sering berkomunikasi dengan bahasa Jawa, makanya aku bisa mengerti.
"Ya udah, sana gih mandi. Bau asem," titah Nek Wid.
"Iya nih. Temennya mau datang, hari gini belum mandi," kata Nek Wiyah.
"Iya, iya. Haya mandi, sekarang."
Hot Chapters