Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ARABELLA

ARABELLA

tanya Sita ketika hendak pulang. Saat hendak menjawab, ponsel Bella berdering. Bella menatap layar ponselnya yang tertera nama ‘Barongsai’. Yang adalah kakaknya, Baron. Bella menamai kontak Baron seperti itu karena Baron duluan yang menamai kontaknya dengan nama ‘Bellalang’. Bella pun segera menjawab. “Kenapa?” sahut Bella malas. “Hah? Ngapain lo di depan?”
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai bahá'u'lláh
Baca
+Pustaka
Athanasia

Athanasia

Halaman baliknya sebuah tulisan yang mampu membuat Arsa terkekeh kecil. Berisikan, 'Ini baru pertama kalinya aku buat diary seperti ini, entah mulainya bagaimana. Tidak usah intro tentang nama dan sebagainya karena mungkin yang baca ini hanya aku. Mungkin lebih tepatnya ini bukan diary keseharian tapi buku yang diperuntukkan untuk menulis bagaimana seorang bernama Arsa Putra Pangestu. Lelaki yang baru aku temui beberapa hari lalu lewat media sosial. Apa terkesan konyol? Mungkin, karena aku menyukainya hanya melalui ketikannya serta suara seraknya yang setiap saat menyapa telinga.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai bahá'u'lláh
Baca
+Pustaka
Hayu

Hayu

“Ayolah maafkan aku, Hayu, aku ingin kita memulai lagi dari awal, atau kamu sudah menggantikan posisiku dengan Candra? Apa semudah itu, kamu melupakan aku, Hayu. Apa benar kata-orang-orang di luar sana, kalau kamu memang ada hubungan dengan Candra. Makanya kamu dengan mudah melepaskan aku begitu saja!” Rasanya Hayu ingin mencabik-cabik mulut Bisma, bagaimana bisa lelaki itu berkata seperti itu, dia di anugerahi Tuhan otak yang digunakan untuk berpikir, di beri hati untuk merasakan, tapi kenapa dia lebih memilih menggunakan telinganya untuk mendengarkan hal yang menurut Hayu tidak benar. Satu hal yang ingin Hayu katakan pada Bisma, “Spechless.”
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai bahá'u'lláh
Baca
+Pustaka
From Allah to Allah

From Allah to Allah

Aida mulai membuka aplikasi Line nya. Zalfa Nur Assalammua'laikum warahmatullahi wabarakatuh. Da, bisakah kamu sekarang ke SMA? ada hal yang penting ingin ku bicarakan. Aida mulai mengetik sesuatu diatas layar ponselnya. Aida Kharisya Hanum Wa'alaikummusalam warahmatullahi wabarakatuh. Bisa kok, tunggu ya. Oiya, kamu dimananya?
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai bahá'u'lláh
Baca
+Pustaka
Slave

Slave

Bolehkah? Apakah aman keadaan disana, Papa? Hasan mengirim satu pesan lagi ke nomor ponsel Dava yang tak lama mendapatkan balasan pesan dari pria paruh baya itu. Aman :) Balas Dava memberitahukan dengan memberi tambahan emoji di pesannya untuk Hasan. Hasan tersenyum senang dan langsung membalas pesan Dava kembali. Apakah Ayesha dan Bapak Ridwan sudah pulang?
10.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai bahá'u'lláh
Baca
+Pustaka
Taubat Sang Pendosa

Taubat Sang Pendosa

Cuaca cukup sejuk hari ini karena mendung. Awan berarak menghiasi langit seperti gumpalan kapas empuk. Aku sedang mengerjakan sebuah motor tua yang mesinnya tak mau menyala setelah terendam banjir, ketika sebuah panggilan mengagetkanku. "Assalamualaikum, Nak Rahman!" "Waalaikumsalam, Pak Haji."
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai bahá'u'lláh
Baca
+Pustaka
Upik Abu Mertua

Upik Abu Mertua

Terlihat Hafizah sedang lemah di atas sana dengan tangannya yang tidak berdaya, penglihatannya tidak salah melihat seseorang berdiri di depannya. "Hafidz."
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai bahá'u'lláh
Baca
+Pustaka
Alverez

Alverez

“Dan itu bukan Calvin. Bukan Dimas. Tapi… sesuatu yang lebih besar.” Adrian menoleh dengan pandangan tajam. “Alverez.” Seketika suasana menjadi hening. Nama itu, yang selama ini hanya muncul sebagai bisikan samar dalam dokumen, jejak keuangan misterius, dan saksi-saksi yang menghilang, kini disebutkan dengan jelas untuk pertama kalinya. “Alverez?” tanya Alan dengan dahi berkerut. “Bukankah itu—”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai bahá'u'lláh
Baca
+Pustaka
Hestia

Hestia

“Kalau project ini jadi, exposure kita naik.” Patra hanya mengangguk sambil membuka file brief terakhir. Nama klien itu langsung muncul di layar. Dhea Pranadita. Beauty creator sekaligus co-founder brand skincare lokal bersama kakak perempuannya. Proyek yang ia ajukan cukup unik—buku nonfiksi berbentuk journaling interaktif lengkap dengan merchandise zine pop-up yang bisa dibongkar pasang pembacanya.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai bahá'u'lláh
Baca
+Pustaka
Handa

Handa

Bu Najwa melambaikan tangannya pada Handa. Handa hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Logika Handa berkata bahwa Bu Najwa sedang menunjukkan bahwa dialah sang pemenang yang berhasil mendapatkan cinta Pak Alim. Dia berusaha untuk tidak berprasangka buruk terhadap dosennya tersebut, anggap saja Bu Najwa adalah seorang yang sangat beruntung hidupnya, selain lahir di keluarga kaya, mempunyai fisik sempurna, dan kecerdasan di atas rata-rata tetapi tetap rendah hati dan tidak sombong, sehingga tetap menyapa mahasiswanya yang merupakan kaum pedestrian yang sehat dan tetap semangat. Di mata Handa, Bu Najwa telah memonopoli segala kenikmatan dunia.
1034.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 830 kali sebagai bahá'u'lláh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status