Dosen Dudaku
Lidahku mendadak kelu untuk bertanya.
"Oh, kamu bawa baju dan sembako untuk apa dan untuk siapa?" tanyaku dengan perasaan heran.
"Gini, Pak. Saya kan cerita kalau Bapak adalah dosen miskin atau biasa saya menyebutnya, jelata. Jadi, karena itu ibu saya menjadi iba dan membawakan ini semua untuk Bapak. Diterima ya, Pak?"
"Siapa yang dosen miskin?" tanyaku lagi semakin keheranan. Saat ini aku merasa alisku benar-benar menyatu, layaknya jalan yang tersambung, karena bingung dengan kelakuan Andini.
Bab Populer