Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pengawal Nona Muda

Pengawal Nona Muda

Ben memastikan kembali pesan yang masuk ke ponselnya, di sana tertulis dengan jelas apa yang akan dilakukan wanita itu selama berada di vila Morrison. Ya, menjadi pelayan. Seharusnya, bukanlah hal sulit bagi Ben untuk menemukannya, bukan? Tentu saja pakaian seorang pelayan tidak akan mencolok, hanya mungkin sedikit berbeda dari para tamu undangan yang memakai jas dan gaun yang mahal. Para pelayan itu hanya memakai kemeja putih dibalut rompi hitam dan rok pendek bagi pelayan wanita, dan celana panjang bagi pria. Mereka akan sibuk berjalan ke sana-sini membawa nampan berisi sampanye dan kudapan, melewati tamu-tamu. Namun, kenyataannya, sudah hampir setengah jam Ben berdiri di sini, ia belum me
9.810.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai baju pelayan restoran
Baca
+Pustaka
Merayu Kaisar Tua

Merayu Kaisar Tua

Ucap Nyonya Wen yang sudah berganti pakaian dengan hanfu berwarna yang selaras. Merah muda dan biru memenuhi seluruh restoran, namun semua pelanggan dapat memandang dengan nyaman. Seragam yang dikenakan para pelayan sangat selaras hingga nyaman dilihat oleh mata. Satu demi satu pelanggan mendapatkan sepotong kecil daging panggang yang disiapkan. Termasuk Zhao Tian dan Kasim Cao yang kini juga memandang sepotong daging di tangan mereka dengan penuh rasa penasaran.
9.613.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 471 kali sebagai baju pelayan restoran
Baca
+Pustaka
TEMAN TIDUR CEO

TEMAN TIDUR CEO

“Berikan aku baju pelayan!” Beberapa staff di sana sedikit kebingungan. Manajer resto masuk ke dapur, melihat ada Lucas dia langsung menghampiri, “Tadi minta apa Tuan?” “Baju, pelayan berikan kepadaku baju pelayan. Dan, oh juga masker!” “Ah, t-tunggu sebentar!” kata si Manajer. Tak berapa lama si Manajer kembali masuk ke dapur dengan membawa satu stel lengkap seragam pelayan restoran mereka. “T-tuan mungkin ini agak sedikit kekecilan. Hanya ini yang kami punya!”
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai baju pelayan restoran
Baca
+Pustaka
ISTRI TUJUH MILIAR UNTUK TUAN MUDA

ISTRI TUJUH MILIAR UNTUK TUAN MUDA

kata wanita berseragam pelayan itu dengan wajah berbinar. "Terimakasih atas pujianmu," ucapku dengan memperlihatkan senyuman palsu. "Nah sekarang, kau coba pakailah baju ini," kata pelayan itu dengan memberikan dress berwarna hitam. "Haruskah saya mencobanya?" Tanyaku dengan ragu. Karena aku belum pernah memakai dress dengan pernak pernik mewah. "Tentu saja kau harus mencoba dress ini. Biar aku membantumu .ayo cepat masuk ke dalam ruang ganti," kata pelayan itu.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai baju pelayan restoran
Baca
+Pustaka
Di Balik Topeng Menantu Lemah

Di Balik Topeng Menantu Lemah

Belahan di bagian depan memberikan sentuhan berani, namun tetap berkelas, memamerkan kakinya yang jenjang saat ia berjalan. Gia merasa penampilannya sangat kontras dengan para tamu. Ia mengenakan seragam khas pelayan, gaun hitam sederhana dengan apron putih yang diikat di pinggang, kerah tinggi, dan lengan panjang. Pakaian itu sangat fungsional namun jauh dari glamor, mengingatkannya akan posisinya di rumah tersebut.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai baju pelayan restoran
Baca
+Pustaka
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

Mereka tidak tertawa tapi terlihat sekali bahwa mereka menahan tawa itu. Seorang pelayan membawaku menuju ruang ganti untuk mencoba banyak pakaian yang telah mereka pilih. Tidak tanggung - tanggung pelayan itu juga membantuku memakai pakaiannya. Jujur baru kali ini pelayan membantuku mencoba baju seperti ini. Aku telah selesai mencoba baju pertama yang dipilih para pelayan. Dress brukat pendek berwarna biru navy membuat kulitku yang putih semakin terlihat terang. "Waahhh cantik banget," pikirku dalam hati selama ini tidak menyadari bahwa wajahku bisa secantik ini.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai baju pelayan restoran
Baca
+Pustaka
Teror Ghaib

Teror Ghaib

balas Sabrina. “Apa ada yang bisa dibantu, Kak?” kata pegawai wanita itu. Sabrina mengangguk. “Aku mau cari baju setelan hitam putih seperti yang biasa dipakai petugas catering ada?” tanyanya. Si pelayan mengangguk. Dia lalu mengajak Sabrina berjalan di bagian sudut. Di sana ada berbagai macam model kemeja atasan berwarna putih dan bawahan rok juga celana berwarna hitam.
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai baju pelayan restoran
Baca
+Pustaka
Perjalanan Waktu Sang Raja Properti

Perjalanan Waktu Sang Raja Properti

Beberapa tamu—mayoritas orang Eropa—duduk dengan anggun, menikmati hidangan mereka dalam suasana yang sunyi dan tertata. Yang paling mencolok adalah para pelayan. Semua laki-laki mengenakan beskap hitam dengan blangkon yang tertata rapi di kepala mereka, sementara pelayan perempuan mengenakan kebaya brokat yang anggun, dipadukan dengan kain batik yang dililit sempurna di pinggang mereka. Mereka bergerak dengan tenang, penuh tata krama, melayani tamu dengan sikap hormat tanpa sedikit pun terlihat tergesa-gesa.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai baju pelayan restoran
Baca
+Pustaka
Perjalanan Waktu Menjadi Menantu Terhebat

Perjalanan Waktu Menjadi Menantu Terhebat

Adit baru saja memasuki restoran dan kini sedang dipandu seorang pelayan berseragam khusus ke salah satu meja. Si pelayan, meski sebisa mungkin besikap profesional, terlihat bahwa sebenarnya dia malas melakukannya. Orang-orang yang memasuki The Divine Candle biasanya berpenampilan elegan dan beraroma wangi, sedangkan Adit hanya mengenakan celana jeans dan kaus oblong biasa, dan sepertinya dia tak menyemprotkan parfum ke tubuhnya. Jujur saja dia heran kenapa orang seperti ini dibiarkan memasuki area restoran oleh satpam di luar. Nanti setelah memberi arahan profesional kepada Adit, dia akan mengeluhkan hal ini kepada Kepala Pelayan.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai baju pelayan restoran
Baca
+Pustaka
Sad Boy

Sad Boy

Mayra segera turun dan di depan pintu restoran itu, ada seorang pelayan perempuan yang menyambutnya dengan ramah. "Selamat datang, di restoran Huaka. Maaf! Untuk berapa orang, Nona?" tanya pelayan itu dengan ramah. "Sendiri, Mbak," balas Mayra tak kalah ramah. Pelayan tadi memanggil temannya, untuk mengambil alih tugas melayani pengunjung baru. Sementara, ia memang hanya bertugas di depan restoran. Pelayan itu menatap Mayra dari atas ke bawah, tatapan begitu rendah. Pakaian dikenakan gadis itu memang sangat sederhana, memakai piyama panjang, dibalut switter dan tas selempang kecil.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai baju pelayan restoran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status