Dirty Office
Ia mengerang keras, membenamkan wajahnya di dada Aruna saat ia melepaskan seluruh benihnya di dalam, sementara Aruna berdenyut hebat dalam kontraksi kenikmatan yang luar biasa.
Nafas keduanya memburu, saling memeluk erat dengan peluh membasahi tubuh mereka. Keenan menyambar kembali bubur Aruna dengan lumayan lembut sebelum akhirnya melepaskannya. Ia memperhatikan bibir bengkak Aruna, jejak kissmark hasil karyanya di leher dan dada Aruna lalu tersenyum puas.
“Keenan, kamu benar-benar gak masuk akal..” gerutu Aruna sambil merapikan penampilannya, antara kesal dan juga puas.