BATARI
Dia terlihat sangat utuh, sangat berkilau, dan sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda trauma.
Erick, yang berdiri di sudut lain, hanya bisa mematung. Ia merasa linglung, seolah-olah ingatannya tentang kejadian di Bali hanyalah sebuah mimpi buruk yang tidak pernah terjadi karena kenyataan di depan matanya terlalu sempurna untuk menjadi korban.
Veronica, dengan wajah yang bergetar hebat di balik bedak tebalnya, melangkah maju. Ia ingin menyeret Batari keluar, ingin menghapus eksistensi yang mengancam silsilah keluarganya ini.
Chapitres populaires