Pura-Pura Rebahan
jawabku dengan tangan dan mata terus menyusuri gunung sampah itu.
“Oh, begitu ... mau dibantuin nggak, Mbak?” tanya salah satu dari mereka.
“Boleh, Pak, kalau nemu bantal besarung lecek, nah ... itu milikku,” ujarku senang karena akan ada yang membantuku.
“Hah, bantal?!” Mereka melongo.
“Bukan sembarang bantal, Pak, tapi bantal ajaib,” jawabku lagi.
Setelah mendengar kata-kata terakhirku itu, mereka malah saling pandang dan tertawa. Bukannya katanya mau membantu, mereka malah menatapku aneh. Iisshh ...dasar gelo!