Dia Ibumu Bukan Pembantumu
Dia membanting pintu bagasi, kemudian menghampiriku.
Tangan besar nan lembut seperti bayi baru lahir memegang tanganku. "Enggak ada. Mbak bawa mobil sendiri dan aku wes pake mobilku. Kalian bertiga duluan jalan aku di belakang ngikutin! Yuk, Yang."
Aku hanya diam menyaksikan adik dan kakak berebutan mobil. Dan Bunda pun melakukan hal serupa.
"Sudah-sudah. Apa kata Joo bener. Mbak Jel, kamu ngalah sama adikmu. Joo bawa mobilnya sendiri," kata bundanya Joo menengahi.