Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku

Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku

ujar Bapak menanyakan mobil yang terparkir di depan ruko. "Iya, tadi Mama datang ke sini, terus ngajak kami jalan-jalan. Karena Shanum yang bobok di mobil, Mama akhirnya menyuruh Ranum untuk bawa ke sini. Mungkin dia akan ambil setelah pulang dari butiknya. Oh, iya, Ibu sedang apa? Kok, gak ikut?" "Ada lah, ibumu jadi mandor di sana. Yasudah, gitu aja, sih kedatangan Bapak ke sini. Jadi, besok suruh si Adit bawa aja anak itu?"
10499.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.0K kali sebagai bantu ibu memarkirkan mobil
Baca
+Pustaka
Neraka untuk Maduku

Neraka untuk Maduku

Sayang sih sayang, tapi kalau caranya begini, buat pusing. Baru mobilku menepi akan masuk halaman, Ibu mertuaku sudah berdiri di depan pagar. Ya ampun Ibu-Ibu satu ini, benar-benar tidak sabaran sekali. Melihat mobilku datang lekas ia menghampiri dan naik di jok belakang. Sudah persis sopirnya aku dibuat. "Kemana Bu? Ke pasar yang dekat simpang tiga saja ya Bu, disana pasarnya bersih kata Bi Eti." Aku melihat Ibu dari spion tengah.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai bantu ibu memarkirkan mobil
Baca
+Pustaka
Esensi Cinta-Kisah Pria yang Takut Jatuh Cinta

Esensi Cinta-Kisah Pria yang Takut Jatuh Cinta

Gue hanya terkekeh. “Andra sengaja minta Abay ke sini buat nemenin Andra, Ma,” jawab gue membuat Ibu tersenyum lega. “Bagus deh kalau ada yang nemenin kamu, Mama jadi nggak khawatir.” Saat gue keluar rumah, pandangan gue langsung tertuju pada sebuah mobil klasik yang terparkir manja di depan pagar. “Wuih, VW Combi siapa tuh yang lo bawa?”
694 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai bantu ibu memarkirkan mobil
Baca
+Pustaka
Istri Gendutku dari Desa Ternyata Orang Kaya

Istri Gendutku dari Desa Ternyata Orang Kaya

Aku manggut-manggut, boleh juga si Hanum itu walau baru nikah udah ada kemauan ambil mobil mewah. Tak lama mereka masuk. "Kalian pikir kalian aja yang bisa punya mobil bagus? Nih Hanum juga udah punya," kata Ibu sambil mengangkat kunci mobil itu. Aku dan bapak mengembuskan napas berat. "Gak usah bangga! Cuma mobil cicilan," tukas Bapak. Ibu pias di tempatnya lalu beringsut kembali ke dapur.
9.9194.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai bantu ibu memarkirkan mobil
Baca
+Pustaka
Hati yang Terbagi

Hati yang Terbagi

Mama tak tau entah kemana. "Neng, kata Ibu Neng susui Hafizh dulu. Nanti biar Bibik yang jaga. Neng istirahat saja," Oh, iya Bik. Memang Mama kemana?" "Tadi ada yang jemput pake mobil. Sepertinya mau senam karena Ibu pakai baju senam," "Dijemput siapa, Bi?" "Bibi ga lihat langsung sih, Neng. Tapi sepertinya itu mobil Den Aina,"
10195.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.5K kali sebagai bantu ibu memarkirkan mobil
Baca
+Pustaka
Foto di Dalam Mobil Suamiku

Foto di Dalam Mobil Suamiku

Tidak lama aku menata meja dan makanan yang sudah aku bikin dan beli tadi. Saat aku ingin membersihkan diri untuk siap-siap menyambut kedatangan suamiku dan tamunya, tiba-tiba saja suara mobil Mas Abian terdengar. Langkahku tidak jadi ke kamar, tentu saja aku langsung menuju pintu utama untuk menyambutnya. “Areta!” panggil Ibu Mertua menghentikan langkahku. Akupun menoleh dan berkata, “Iya, Bu, ada yang bisa aku bantu.”
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai bantu ibu memarkirkan mobil
Baca
+Pustaka
Pakaian Bayi di Mobil Suamiku

Pakaian Bayi di Mobil Suamiku

"Ah, Neng cantik banget. Anak saya seumuran Neng, tapi kelakuannya gak benar. Saya jadi pengen punya anak kayak Neng." Aku tersenyum, mengusap lengan Ibu itu. "Saya pamit, ya, Bu." Selesai berpamitan, aku keluar warung makan. Masuk ke dalam mobil. Nur naik taksi. Dia sedang sibuk dengan ponselnya. Hanya melirikku sebentar. "Jalan, Pak." Aku menyenderkan punggung ke sandaran kursi. Menghela napas pelan.
9.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai bantu ibu memarkirkan mobil
Baca
+Pustaka
7 Hari Setelah Ibu Pergi

7 Hari Setelah Ibu Pergi

"Aku gak punya SIM." "Udah 17 tahun, kan?" "Udah." "Tinggal bikin. Apa susahnya?" "Kakak bawa aja mobil ibu ke Bandung." Aku agak memaksa, daripada mobil itu hanya terparkir di garasi. "Kamu bisa nyetir?" "Bisa " "Yaudah, kamu pake aja mobilnya. Buat kuliah nanti." "Kan ada motor, Kak!"
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai bantu ibu memarkirkan mobil
Baca
+Pustaka
BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU

Ibu tampak menghela napas, meletakkan mangkuk sup di atas meja dan merangkum wajahku dengan kedua tangannya yang hangat. "Apa Bella masih membencinya? Tadi, Ibu kaget karena kalian pulang berdua. Apa yang terjadi?" "Mobilnya selip di jalan, masuk parit. Mungkin karena jalanan licin. Dia ketakutan karena posisi mobil yang miring di sebelah kiri. Astaga, aku jadi lupa mau bilang Ayah untuk menyuruh orang mengurus mobil itu." "Ayahmu sedang di jalan, mungkin sebentar lagi sampai, tunggulah di depan. Bukakan pintu dan bawa payung untuk menjemputnya."
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 552 kali sebagai bantu ibu memarkirkan mobil
Baca
+Pustaka
Red in Us

Red in Us

Mungkin hanya saat kelelahan saja dia meminta bantuan orang lain untuk mengantar. Rabu pernah membelikan Ibunya mobil, tapi sampai saat ini mobil itu hanya bisa terparkir rapi di parkiran rumah mendiang Eyang Katha. Hanya sesekali mobil itu keluar untuk dipinjam saudara, atau terkadang dipinjam desa untuk kebutuhan darurat para warga yang sakit atau kecelakaan. “Itu kejadiannya bagaiman, sih, Rat? Ibu kok bisa jatuh gitu?” tanya Katha. Mereka kini menyusuri lorong pendek setelah memasuki pintu bangsal.
1018.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 660 kali sebagai bantu ibu memarkirkan mobil
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status