Roh Dewa Perang
Ada air mata di sudut kelopaknya, bukan karena cinta, tapi karena penderitaan yang tak bisa dilawan.
Mahadewa yang dulu mengangkat langit dengan satu tangan, kini tak mampu membebaskan dirinya sendiri dari pelukan Ratu Neraka.
“Kau manis saat kau diam begini,” ucap Sahasika dengan nada geli, “dan lebih berguna daripada saat kau jadi Raja. Tapi jangan khawatir, aku belum akan menghabiskanmu hari ini. Aku ingin kau melihat sendiri saat langit memilihku sebagai pusatnya. Saat para bintang tunduk, dan Senandika jatuh lalu berubah jadi bintang di angkasa.”
Hot Chapters