SELIR HATI
“Saya tahu, Yang Mulia.”
Dias tersenyum, pahit. “Dan seperti biasa, kau hanya diam saja.”
“Kadang diam lebih aman,” jawab Gita pelan.
Dias tertawa pendek, tanpa benar-benar bahagia. “Kau memang selalu begitu. Tenang, sabar, dan lembut. Tapi tahu tidak, Gita? Justru itu yang membuatku kesal. Dunia ini tidak selalu bisa dihadapi dengan hanya diam.”
Hot Chapters