Dosa dalam Cinta
Satrio maju setapak, suaranya kini lebih dalam, nyaris seperti bisikan, namun di balik kata-katanya ada gemuruh badai yang siap meledak.
“Kau bicara tentang darah, tentang luka... tapi kau tidak lihat, Sekar. Kita semua terluka. Kita semua kehilangan. Kau bukan satu-satunya yang berhak atas dendam ini.”
Sekar menggertakkan gigi, matanya memanas, dan dalam tatapan itu, Satrio melihat kilasan masa lalu mereka: malam-malam penuh tawa, janji-janji yang diucapkan dalam bisikan, tangan yang pernah saling menggenggam, dan kemudian... malam yang gelap itu—malam ketika semuanya terbakar.
Bab Populer