Bekas Bini
Faris terdiam, dia kini tersenyum tipis tapi masih dapat terlihat jelas oleh mama Via, hingga membuat dirinya gemas, lalu mencubit anak lelakinya dengan sedikit keras.
“Aduh ….!”
Mata Faris melotot, tangan kanannya mengusap tempat di mana masih terdapat rasa sakit bekas di cubit mama, tadi.
“Mama kenapa malah mencubit sih, sakit ….”
Faris menggerutu, matanya menyipit, dan garis di keningnya terlihat bertambah banyak.
“Gimana mama nggak kesel, punya anak udah sebesar ini tapi kok masih bodoh, apa iya harus selalu bersama mama, lalu bagaimana kalau nanti-“
Hot Chapters